Informasi sebaran titik panas ini sudah tersampaikan ke pihak terkait. Seperti Dinas Penyelamatan dan Pemadaman Kebakaran, Manggala Agni, dan BPBD. Baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar dapat melakukan tindakan lebih lanjut.
Peningkatan Drastis Titik Panas di Kaltim
Jumlah titik panas ini mengalami peningkatan dari hari sebelumnya (23/2) yang terpantau 102 titik dan tersebar di tujuh daerah. Yakni Kota Samarinda (1), Balikpapan (1), Penajam Paser Utara (1), Kutai Barat (4), Kutai Timur (50), Kutai Kartanegara (43), dan Kabupaten Berau (2) titik, dengan tingkat kepercayaan menengah.
Sedangkan, 181 titik yang terpantau kemarin tersebar pada lima kabupaten. Yakni PPU (1), Kubar (10), Kutim (67), Kukar (89), dan Berau (14) titik, dengan tingkat rendah, menengah, hingga tinggi.
Rinciannya, satu titik di PPU berada di Kecamatan Penajam dan 10 titik di Kabupaten Kutai Barat, semuanya berada di Kecamatan Bongan.
Kabupaten Kutim yang terpantau 67 titik panas tersebar pada 10 kecamatan. Yakni Batu Ampar (1), Bengalon (23), Kaubun (4), Kongbeng (3), Long Mesengat (2), Muara Ancalong (10), Muara Bengkal (2), Muara Wahau (11), Rantau Pulung (7), dan Telen (4) titik.
Kemudian, Kukar terpantau 89 titik tersebar pada 11 kecamatan. Yakni Kembang Janggut (9), Kota Bangun (6), Marangkayu (5), Muara Badak (12), Muara Jawa (3), Muara Kaman (14), Muara Muntai (31), Muara Wis (1), Sebulu (4), Tabang (2), dan Kecamatan Tenggarong (2).
Selanjutnya, Berau terdeteksi 14 titik panas, tersebar pada tiga kecamatan. Yakni Kelay (7), Segah (6), dan satu titik berada di Pulau Derawan.
BMKG mengimbau untuk Waspada dan Hindari Pembakaran Lahan
Mengingat jumlah yang mengalami peningkatan, maka ia mengimbau semua pihak selalu waspada dan mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seperti tidak melakukan pembakaran di hutan maupun di lahan. Agar tidak terjadi penambahan maupun perluasan titik panas.
“Kewaspadaan perlu dilakukan karena sejumlah kawasan masih mengalami cuaca panas dalam beberapa hari berturut-turut. Sehingga hal ini dapat menyebabkan ranting dan daun mengering yang rawan terjadi karhutla saat terkena api maupun bara,” tutupnya.

