Balikpapan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan berhasil mengeksekusi screening Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk 20 ribu orang sepanjang 2023.
“Dari hasil screening itu kami temukan ada 317 orang yang positif HIV,” kata Dewa Gede Dony Lesmana Ketua tim kerja pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinkes Kota Balikpapan, Jumat (26/1/2024).
Menurutnya, jumlah tersebut menurun sebanyak 21 kasus, jika dibandingkan penderita tahun 2022 sebanyak 338 kasus.
“Ini berdasarkan data kami dari Dinkes Balikpapan,” ucapnya.
Selanjutnya, mayoritas pengidap HIV berada dalam rentang usia produktif 25 hingga 49 tahun dan didominasi oleh laki-laki. Dony menekankan bahwa pasien tidak hanya berasal dari Balikpapan.
“Mereka warga luar, tapi tes di Balikpapan, ada yang dari Kabupaten Penajam, dan beberapa kota lainnya,” tuturnya.
Dony menjelaskan, pengidap HIV biasanya disebabkan berbagai faktor, seperti seks antar sesama jenis, pekerja seks, kemudian transgender, dan lain sebagainya.
Adapun upaya pencegahan penyakit menular itu dilakukan Dinkes secara menyeluruh dengan harapan dapat memutus rantai penularan.
Lebih lanjut, Dony menuturkan upaya pencegahan, pertama menggencarkan tes. Jadi jika ada terkonfirmasi positif , maka langsung dilakukan penanganan dengan penggunaan alat kontrasepsi sebagai langkah pencegahan.
Kedua, Dinkes Balikpapan menambah layanan khusus HIV. Jika di runtut 2021 hanya memiliki tiga layanan, kini sudah ada 23 layanan atau bertambah 20 layanan.
“Artinya mereka bisa berobat di Puskesmas, bisa di rumah sakit, bisa di swasta dan negeri,” tutupnya.

