Ketua KPU PPU Irwan Syahwana mengatakan jajarannya melakukan rapat koordinasi dengan pejabat kewilayahan di empat kecamatan sebelum mendistribusikan logistik pemilu.
“Koordinasi dilakukan untuk pengamanan dan kelancaran pendistribusian logistik pemilu dari KPU sampai ke setiap tempat pemungutan suara (TPS),” ujarnyan, Senin (29/1).
Selain itu, KPU Penajam Paser Utara juga melakukan koordinasi dengan Kepolisian Resor dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0913 Penajam Paser Utara.
Irwan mengatakan KPU PPU menjadwalkan pendistribusian logistik Pemilu ke setiap kecamatan pada tiga hari sebelum hari pemungutan suara. Dari kecamatan, logistik pemilu akan didistribusikan ke setiap kelurahan dan desa pada dua hari sebelum pencoblosan.
“Kami juga siapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya gangguan cuaca dan geografis wilayah saat pendistribusian logistik pemilu,” ucapnya.
Selanjutnya, tim KPU sudah melakukan pemetaan kerawanan geografis wilayah saat melakukan pendistribusian logistik pemilu 2024 agar logistik pemilu berjalan aman, lancar dan tepat waktu.
KPU PPU mencatat dua kelurahan dan desa masuk kategori daerah rawan secara geografis saat melakukan pendistribusian logistik pemilu.
Kedua wilayah rawan secara geografis itu berada di Kecamatan Penajam. Karena terkendala akses jalan yang belum tersentuh pembangunan dan jarak tempuh yang cukup jauh.
“Kami data Kelurahan Riko dan Desa Bukit Subur di Kecamatan Penajam masuk kategori wilayah rawan secara geografis. Karena jarak tempuh jauh dan jalan masih berupa tanah merah,” tuturnya.
“Pendistribusian logistik Pemilu ke dua daerah rawan itu akan dilakukan terlebih dahulu. Karena apabila hujan dapat menghambat pendistribusian logistik,” tutupnya.

