Close Menu
aiera.idaiera.id
  • Beranda
  • Berita
  • Politik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Lifestyle

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Buku: Inspirasi 72 Games

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, Terasa hingga Purwakarta

Soal Status Kampung Sidrap, Agusriansyah Tekankan Netralitas Pemprov Kaltim

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
aiera.idaiera.id
Subscribe Now
aiera.idaiera.id
You are at:Home ยป BUMD PT SKS Jadi Ujung Tombak Bisnis dan Sumber PAD Kaltim
Ekonomi

BUMD PT SKS Jadi Ujung Tombak Bisnis dan Sumber PAD Kaltim

SKS memiliki potensi untuk mengembangkan nilai ekonomi karbon melalui skema Forest Carbon Partnership Facility (FCPF)
Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah4 Februari 2024012 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
BUMD
Akmal Malik Pj Gubernur Kaltim (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Samarinda – Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, merencanakan pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sylva Kaltim Sejahtera (SKS) sebagai ujung tombak pemerintah untuk mengelola dana karbon, membuka peluang sebagai sumber pendapatan asli daerah.

“Kami ingin BUMD menjadi ujung tombak pemerintah untuk berbisnis. Tentunya mereka harus menyusun prospek bisnisnya dengan baik,” ucapnya, Minggu (4/2/2024).

Menurutnya, SKS memiliki potensi untuk mengembangkan nilai ekonomi karbon melalui skema Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) yang merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia.

“BUMD SKS itu bergerak sektor kehutanan yang memang kecil sekali kontribusinya, kurang dari Rp10 juta per tahun,” jelasnya.

“Nah kami akan mendorong BUMD ini untuk nanti mencoba mengelola dana karbon tersebut. Nanti pengelolaan dana karbon akan dilimpahkan dari pemerintah Kaltim ke SKS,” sambungnya.

Pihaknya juga membuka kemungkinan untuk melakukan kolaborasi antara SKS dan BUMD lain yang memiliki kinerja baik. Seperti Bank Pembangunan Daerah Kaltimtara atau PT Bara Kaltim Sejahtera.

“Belum ada berpikiran untuk merger. Tapi kita lihat dulu, setiap BUMD itu ada manfaatnya. Tinggal bagaimana mengolahnya saja,” ujar Akmal Malik.

Provinsi Kaltim berhasil mendapatkan dana sebesar 110 juta dolar AS atau sekitar Rp1,7 triliun dari Bank Dunia. Dana tersebut merupakan imbalan atas upaya Kaltim dalam mengurangi emisi gas rumah kaca melalui program REDD+.

Program REDD+ adalah program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, konservasi, pengelolaan berkelanjutan, dan peningkatan cadangan karbon hutan.

Bank Dunia mengevaluasi program ini melalui mekanisme Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF). Bank Dunia juga telah menyalurkan uang muka sebesar 20,9 juta dolar AS atau sekitar Rp329 miliar.

Akmal Malik Berita Kaltim BUMD PT SKS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Stop Pelayanan untuk Warga Kabupaten
Next Article Tiga Perangkat Daerah Pemprov Kaltim raih Opini Kualitas Tertinggi Ombusmen RI

Related Posts

Soal Status Kampung Sidrap, Agusriansyah Tekankan Netralitas Pemprov Kaltim

12 Agustus 2025

Harkopnas ke-78, Firnadi: Koperasi Simbol Perjuangan Umat

12 Juli 2025

DPRD Kaltim Siap Kawal Implementasi Program Gratispol

22 April 2025
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Agusriansyah: Pendidikan Berkualitas Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

8 Januari 2025156 Views

Subandi: 357 Samarinda Bukti Ketangguhan Masyarakat

22 Januari 202519 Views

Fraksi PKS DPRD Kaltim Bagikan THR dan Parcel Lebaran

28 Maret 202516 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
© 2026 | AIera.id by Dexpert, Inc.
PT Arti Intel Era
  • About Us
  • Katalog
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.