Close Menu
aiera.idaiera.id
  • Beranda
  • Berita
  • Politik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Lifestyle

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Buku: Inspirasi 72 Games

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, Terasa hingga Purwakarta

Soal Status Kampung Sidrap, Agusriansyah Tekankan Netralitas Pemprov Kaltim

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
aiera.idaiera.id
Subscribe Now
aiera.idaiera.id
You are at:Home ยป Inilah Bentuk dan Cara Melawan Serangan Fajar
Politik

Inilah Bentuk dan Cara Melawan Serangan Fajar

Politik uang ini dilakukan dengan cara membagi-bagikan uang, barang, jasa atau materi lainnya yang bernilai uang
Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah13 Februari 2024094 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Politik Uang
Ilustrasi Serangan Fajar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Politik uang atau yang lebih dikenal dengan istilah “serangan fajar” menjadi fenomena yang sering muncul menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia.

Praktik ini tidak hanya merugikan proses demokrasi, tetapi juga memberikan dampak negatif terhadap sistem politik dan masyarakat secara keseluruhan.

Apa Itu Serangan Fajar?

Melansir situs resmi Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, serangan fajar adalah istilah populer politik uang. Berdasarkan Pasal 515 dan Pasal 523 ayat 1-3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Pasal 187 A ayat 1 dan 2 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, bentuk serangan fajar tidak terbatas uang.

Politik uang ini dilakukan dengan cara membagi-bagikan uang, barang, jasa atau materi lainnya yang bernilai uang. Disebut serangan fajar karena pemberian uang maupun barang-barang tersebut dilakukan pada saat tahun politik atau kampanye menjelang Pemilu dan hari pemungutan suara.

Serangan fajar digunakan untuk membeli suara agar memilih partai atau kader tertentu dan calon yang diusung memenangkan Pemilu. Biasanya serangan fajar secara umum menyasar masyarakat menengah ke bawah saat menjelang Pemilu.

Bentuk Serangan Fajar

Serangan fajar ada banyak bentuknya. Selain uang, serangan fajar juga bisa berupa paket sembako, voucher pulsa atau bensin. Termasuk fasilitas lain yang bernilai uang di luar ketentuan bahan kampanye yang diperbolehkan PKPU Nomor 8 Tahun 2018 Pasal 30 ayat 2 dan 6.

Pasal 30 ayat 2

Bahan kampanye dalam bentuk selebaran/flyer, brosur/leaflet, pamphlet, poster, stiker, pakaian, penutup kepala, alat minum/makan, kalender, kartu nama, pin, dan atau alat tulis.

Pasal 30 ayat 6

Setiap bahan kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1), apabila dikonversikan dalam bentuk uang nilainya paling tinggi Rp 60.000.

Serangan fajar dapat mengambil berbagai bentuk. Berikut beberapa bentuk umum yang sering terjadi di Indonesia:

1. Uang

Uang menjadi praktik serangan fajar yang paling banyak terjadi. Tim sukses calon biasanya membagikan amplop berisi uang kepada para pemilih. Nominalnya pun beragam mulai dari Rp 50 ribu hingga ratusan ribu.

Para pemberi serangan fajar cenderung memilih uang karena lebih mudah dibawa dan bisa diberikan sembunyi-sembunyi. Pemberian uang yang umum sehingga tidak terlihat adanya serangan fajar saat pemilihan.

2. Sembako
Para pemilih biasanya juga tiba-tiba mendapatkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) yang diberikan pihak partai menjelang Pemilu. Bisa berupa beras, minyak, gula pasir, dan sebagainya.

    Dalam kemasan sembako yang diberikan biasanya juga diselipkan kertas atau brosur. Kertas tersebut bergambar calon yang maju Pemilu agar penerima sembako memilihnya.

    3. Barang Rumah Tangga
    Selain uang dan sembako yang sudah umum dalam praktik serangan fajar, ada juga yang memberikan barang-barang kebutuhan rumah tangga. Seperti sabun cuci piring, sabun mandi, dan lain sebagainya. Tak lupa, tim sukses pasti menyelipkan identitas calon dalam bungkusan barang yang dibagikan.

    Dampak Serangan Fajar pada Demokrasi

    Praktik serangan fajar memiliki dampak serius terhadap proses demokrasi di Indonesia:

    1. Membengkaknya Biaya Politik: Serangan fajar menjadi salah satu penyebab biaya politik para peserta Pemilu meningkat. Calon cenderung menghabiskan lebih banyak uang untuk memenangkan suara dengan memberikan imbalan kepada pemilih.
    2. Korupsi dan Kecurangan: Serangan fajar seringkali dianggap sebagai bentuk awal dari korupsi dan kecurangan Pemilu. Pemberian uang atau barang-barang bernilai dapat mempengaruhi integritas pemilihan.
    3. Ketidaksetaraan Pemilih: Praktik ini dapat menciptakan ketidaksetaraan di antara pemilih. Masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah lebih rentan terhadap pengaruh serangan fajar, mengakibatkan ketidaksetaraan dalam partisipasi politik.

    Cara Melawan Serangan Fajar

    Serangan fajar harus dihindari karena dapat mengganggu jalannya Pemilu bersih dan jujur. Jika serangan fajar dianggap wajar, bahkan menerima dan memilih kandidat yang melakukan politik uang, maka secara tidak langsung mendukung pemerintahan yang korupsi.

    Kenapa demikian? Sebab, serangan fajar atau politik uang sering disebut sebagai induk korupsi. Oleh karena itu, masyarakat harus menghindari serangan fajar. Berikut beberapa langkah-langkah mudah untuk menghindari serangan fajar.

    Melawan serangan fajar memerlukan kesadaran dan tindakan bersama masyarakat. Berikut beberapa langkah untuk melawan praktik ini:

    1. Tolak Politik Uang: Penting untuk menolak segala bentuk iming-iming politik uang. Pemilih harus memiliki pendirian teguh untuk tidak menerima atau meminta imbalan dalam bentuk apapun.
    2. Laporkan ke Pihak Berwenang: Jika mengetahui adanya praktik serangan fajar, segera laporkan ke Bawaslu atau Panwaslu setempat. Melaporkan politik uang dapat mencegah korupsi dan kecurangan Pemilu.
    3. Sebarkan Pesan Tolak Serangan Fajar: Gunakan media sosial dan platform komunikasi lainnya untuk menyebarkan pesan tolak serangan fajar. Pendidikan publik dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat.

    Serangan fajar merupakan ancaman serius terhadap demokrasi di Indonesia. Untuk menjaga integritas Pemilu dan menciptakan lingkungan politik yang bersih, masyarakat perlu bersatu melawan praktik politik uang ini.

    Dengan menolak serangan fajar, kita dapat mendorong terwujudnya Pemilu yang adil dan demokratis di Indonesia.

    Pemilu 2024 Politik Uang Serangan Fajar
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleOPD Diminta Sebarkan Informasi MTQ Nasional XXX di Kaltim
    Next Article KONI PPU jaring atlet muda melalui Minisoccer

    Related Posts

    Dugaan Kecurangan Pelantikan Eselon II Pemprov DKI Jakarta, Nama Pimpinan DPRD dan Sekda Terseret

    12 Agustus 2025

    Dedi Mulyadi Klarifikasi Julukan ‘Gubernur Konten’

    2 Mei 2025

    Fraksi PKS DPRD Kaltim Gelar Hari Aspirasi Perdana

    14 Maret 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    Agusriansyah: Pendidikan Berkualitas Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

    8 Januari 2025156 Views

    Subandi: 357 Samarinda Bukti Ketangguhan Masyarakat

    22 Januari 202519 Views

    Fraksi PKS DPRD Kaltim Bagikan THR dan Parcel Lebaran

    28 Maret 202516 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    © 2026 | AIera.id by Dexpert, Inc.
    PT Arti Intel Era
    • About Us
    • Katalog
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.