“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan di daerah. Terutama dalam menghadapi tantangan rendahnya hasil kebun rakyat,” ujar Ence Achmad Rafiddin Rizal Kepala Disbun Kaltim, di Tanah Grogot, Jumat (28/9).
Bantuan Pupuk dan Herbisida untuk 1.000 Hektar Lahan
Dalam program ini, petani di empat desa tersebut menerima bantuan berupa pupuk NPK dan herbisida. Desa Krayan Makmur, Kecamatan Long Ikis, mendapatkan 34.200 kg pupuk NPK dan 1.710 liter herbisida untuk mengelola lahan seluas 342 hektar. Sementara Desa Kayungo Sari menerima 32.500 kg pupuk dan 1.482 liter herbisida untuk 325 hektar lahan.
Di Kecamatan Kuaro, Desa Kelempang Sari mendapatkan 21.200 kg pupuk NPK dan 1.060 liter herbisida untuk 212 hektar lahan. Sedangkan Desa Padang Jaya menerima 12.100 kg pupuk dan 1.210 liter herbisida untuk lahan seluas 121 hektar.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit. Juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” jelas Rizal.
Pembinaan dan Pendampingan Petani Menjadi Kunci
Selain bantuan sarana produksi, Rizal menekankan pentingnya pembinaan dan pendampingan kepada para petani.
“Kami memberikan pembinaan dalam teknis budidaya, pemberdayaan petani, serta penguatan kelembagaan agar hasil yang dicapai lebih optimal,” tambahnya.
Pendampingan ini dilakukan tim khusus di setiap kabupaten dan kota yang bertanggung jawab untuk memastikan keberhasilan program intensifikasi tersebut.
Rizal mengakui sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, menjadi salah satu kunci pembangunan ekonomi di Kalimantan Timur. Namun, rendahnya produktivitas kebun rakyat masih menjadi tantangan utama.
“Kami berharap dengan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan sarana dan prasarana, sektor perkebunan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” ungkap Rizal.

