Samarinda – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 020 Samarinda yang memprihatinkan mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, bahkan sebelum kerusakan parah gedung sekolah tersebut viral di media sosial.
Disdikbud telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,1 miliar untuk rehabilitasi total sekolah yang berlokasi di Samarinda Utara ini.
“Jauh sebelum viral, masalah SDN 020 Samarinda sudah kami bahas dan masukkan dalam program perbaikan,” ungkap Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin, Sabtu (28/9).
Menurutnya, rehabilitasi total akan dimulai pada awal tahun 2025. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas sekolah, termasuk atap yang bocor, dinding yang berlubang, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya. Asli menegaskan bahwa proses rehabilitasi ini akan ditangani oleh kontraktor profesional guna memastikan kualitas hasil pekerjaan.
“Untuk sementara, kami lakukan perbaikan darurat pada bagian-bagian yang bocor. Namun, pada 2025 nanti, seluruh bangunan akan dibongkar dan direhabilitasi total,” jelasnya.
Plafon Ambruk dan Dinding Berlubang Berisiko Bagi Keselamatan Siswa SD 020
Kepala Sekolah SDN 020 Hadijah, tak bisa menutupi kekhawatirannya terhadap kondisi sekolah yang berpotensi membahayakan para siswa. Plafon berbahan triplek yang hampir roboh serta dinding berlubang menjadi momok sehari-hari bagi proses belajar mengajar.
“Salah satu hal paling mengkhawatirkan adalah plafon yang hampir roboh. Jika ini dibiarkan, bisa membahayakan keselamatan siswa,” ujarnya.
Hadijah bahkan sempat mengunggah video kondisi sekolah di YouTube untuk memperlihatkan parahnya kerusakan, yang kini semakin viral. Dalam video tersebut, terlihat plafon melengkung dan dinding yang sudah berlubang di berbagai bagian hingga tembus ke luar. Ketika hujan turun, aktivitas belajar sering kali terhenti karena atap bocor.
“Selama ini, kami terpaksa memindahkan siswa ke kelas lain atau keluar ruangan saat hujan deras, tapi hari itu semua kelas harus berhenti belajar,” tambah Hadijah.
Sekolah yang berdiri sejak 1984 ini memang pernah mendapatkan perbaikan pada tahun 2001 dan 2007, namun kondisi bangunan terus memburuk seiring waktu. Dengan 168 siswa, SDN 020 hanya memiliki enam ruang kelas. Bahkan, satu kelompok belajar terpaksa menggunakan perpustakaan sebagai ruang kelas darurat, meskipun perpustakaan itu sendiri juga dalam kondisi rusak.
Perbaikan SDN 020 Samarinda di Tahun 2025
Asli Nuryadin menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak sekolah dan kontraktor untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan lancar.
“Kami berharap pada tahun 2025, SDN 020 sudah memiliki bangunan yang amat layak,” pungkasnya.

