Samarinda – Calon Gubernur Kalimantan Timur nomor urut 2, Rudy Mas’ud memberikan kuliah umum di Universitas Mulawarman (Unmul) dengan topik utama tentang pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan peran strategis sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan daerah.
Rudy, yang juga alumni Unmul dari jenjang S1 hingga S3, memaparkan pentingnya integrasi antara teori dan praktik bagi mahasiswa dalam memahami pengelolaan SDA di Kaltim.
“Mahasiswa kita ini baru menguasai teori. Perlu ditingkatkan untuk segera melaksanakan kerja lapangan, paling tidak magang di beberapa wilayah di Kaltim yang kaya akan SDA seperti batubara, minyak, dan gas,” ujar Rudy Mas’ud, Senin (7/10/2024).
Rudy menekankan pentingnya hilirisasi SDA untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mencontohkan potensi energi baru terbarukan di Kalimantan Timur, seperti sawit yang sudah dimanfaatkan untuk biodiesel.
“Hilirisasi sawit menjadi B50 untuk biodiesel di Bontang dan Teluk Balikpapan sudah berjalan. Ini tentu memberi dampak positif agar petani sawit kita hidup sejahtera,” tambahnya.
Dalam sesi tanya-jawab, Rudy mengkritisi ketimpangan yang terjadi di Kaltim. Meski APBD Kaltim masuk lima besar nasional, kesejahteraan masyarakat dinilai belum merata, terutama dalam aspek pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan.
“Sumber daya alam kita melimpah, tapi kesejahteraan masyarakat belum sepadan. Pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan masih jadi tantangan besar,” jelas Rudy.
Ia juga menggarisbawahi masalah keandalan listrik di Kaltim yang kerap mengalami pemadaman.
“Daerah yang menghasilkan 60 persen produksi batubara nasional tidak seharusnya mengalami masalah seperti ini,” tegasnya.
Sebagai solusinya, Rudy menawarkan pendekatan pembangunan yang lebih mengutamakan SDM. Menurutnya, pendidikan gratis hingga jenjang S3 adalah hak yang harus diberikan kepada masyarakat.
“Kuliah harus gratis, full. Pendidikan adalah hak semua orang, dan ini kunci untuk masa depan Kaltim,” ucapnya.
Rektor Unmul Abdunnur, menyampaikan apresiasinya terhadap diskusi yang berlangsung dinamis. Menurutnya, pandangan Rudy mengenai pengelolaan SDA dan SDM bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berpikir lebih luas demi masa depan mereka.
“Kaltim sebagai penghasil devisa negara harus mendapatkan perimbangan kembali. Pengelolaan SDA harus berdampak positif bagi masyarakat. Tapi yang lebih penting, kita harus mengembangkan SDM sebagai potensi yang lebih besar dari SDA,” ujar Abdunnur.
Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi, di mana banyak yang mengajukan pertanyaan seputar gagasan Rudy mengenai tata kelola SDA, serta perspektif hukum, sosial, dan ekonomi yang ia tawarkan.

