Samarinda – Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pembentukan sumber daya manusia (SDM) unggul hanya dapat diwujudkan melalui sistem pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
“Pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus fokus pada upaya membangun pendidikan berkualitas. Ini merupakan investasi utama untuk menyiapkan generasi emas Indonesia,” ujar Agusriansyah, Rabu (8/1/2025).
Kesejahteraan Tenaga Pendidik Masih Jauh dari Harapan
Anggita Komisi IV ini mengungkapkan bahwa kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan di Kalimantan Timur masih menjadi persoalan serius, terutama di wilayah terluar dan terpencil. Menurutnya, upaya perbaikan kesejahteraan harus jadi prioritas, khususnya bagi tenaga pendidik di jenjang SMA/SMK sederajat.
“Mereka berjuang keras mendidik anak bangsa, tetapi kesejahteraannya belum terpenuhi dengan baik. Ini harus menjadi perhatian utama dalam kebijakan anggaran pendidikan,” tegasnya.
Sarana Prasarana Pendidikan masih Minim
Selain persoalan kesejahteraan, Agusriansyah juga menyoroti minimnya sarana dan prasarana pendidikan di tingkat SMA/SMK sederajat. Banyak sekolah di Kalimantan Timur yang belum memiliki Ruang Kelas Baru (RKB), laboratorium, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan rumah dinas bagi guru.
Ia memberi contoh, seperti SMAN 1 Sangkulirang yang sudah lama berdiri, tetapi hingga kini masih memiliki bangunan yang tidak representatif. Masih banyak sekolah lain yang menghadapi kondisi serupa. Hal ini jelas tidak mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.
Politisi PKS itu juga menekankan pentingnya mendirikan sekolah baru di wilayah yang jauh dari sekolah eksisting, terutama di daerah yang sudah memiliki lulusan SMP sederajat tetapi belum ada sekolah lanjutan.
Menghadapi Bonus Demografi
Menghadapi bonus demografi pada tahun 2030, Agusriansyah menilai generasi muda Kalimantan Timur harus dipersiapkan dengan matang. Generasi produktif harus memiliki kualitas iman dan takwa, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta daya saing tinggi.
“Target waktu harus ditetapkan agar persoalan ini terselesaikan. Generasi muda di Kaltim harus memiliki ruang pengabdian yang tersedia dan berkualitas,” tambahnya.
Agusriansyah berkomitmen untuk terus memperjuangkan pendidikan berkualitas, kesejahteraan tenaga pendidik, dan sarana-prasarana yang memadai.
Ia berharap kebijakan anggaran pendidikan di Kalimantan Timur dapat menjadi solusi nyata untuk menghadirkan pendidikan berkeadilan.
Kondisi Pendidikan di Kaltim
Sebagai informasi berdasarkan data, total terdapat 489 sekolah yang terdiri dari 244 sekolah negeri dan 245 sekolah swasta. Namun, distribusi sekolah ini tidak merata. Kabupaten Mahakam Ulu, misalnya, hanya memiliki 10 sekolah, jauh lebih sedikit dibandingkan Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang masing-masing memiliki 103 dan 104 sekolah.
Selain itu, angka harapan lama sekolah di Kaltim terus meningkat dari 13,81 tahun pada 2021 menjadi 14,02 tahun pada 2023. Meskipun demikian, beberapa wilayah, terutama daerah terpencil, masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

