Jakarta – Perusahaan-perusahaan di Indonesia semakin memprioritaskan investasi dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari upaya transformasi digital mereka.
Langkah ini sejalan dengan tren global di mana 97% CEO memperkirakan AI akan memberikan dampak signifikan terhadap industri mereka.
Sektor layanan teknologi informasi (TI) di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh inisiatif pemerintah dalam mendorong transformasi digital dan otomatisasi industri.
Populasi muda yang melek teknologi juga berkontribusi pada peningkatan permintaan akan layanan cloud, keamanan siber, dan analitik data. Integrasi AI menjadi pendorong utama dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Lebih dari dua pertiga perusahaan yang disurvei berencana melakukan investasi signifikan dalam AI dalam dua tahun ke depan. Tren ini terutama terlihat pada sektor logistik, kesehatan, dan manufaktur, di mana AI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan.
CEO NTT DATA Indonesia, Hendra Lesmana, menekankan strategi AI yang sukses memerlukan integrasi mendalam dengan tujuan bisnis dan budaya perusahaan.
Ia menyatakan, Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di pasar layanan TI di kawasan Asia-Pasifik, berada pada titik penting di mana integrasi AI dapat mendefinisikan ulang cara bisnis beroperasi.
Dengan mengadopsi teknologi ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih gesit dan responsif. Namun, meskipun ada antusiasme terhadap AI, terdapat tantangan yang harus dihadapi perusahaan.
Menurut Laporan Global GenAI NTT DATA, 45% Chief Information Security Officers (CISOs) mengungkapkan kekhawatiran tentang implikasi AI terhadap keamanan dan privasi.
Sekitar 80% responden masih ragu tentang manfaat nyata AI bagi operasi mereka, dan hanya 43% yang sangat setuju bahwa solusi AI yang ada memenuhi harapan mereka. Ketidakpastian ini menunjukkan pentingnya inovasi AI yang bertanggung jawab, yang memprioritaskan etika, keamanan, dan keberlanjutan.
Dalam tiga tahun ke depan, potensi AI untuk mengubah strategi inti perusahaan sangat besar. Bisnis yang mengadopsi teknologi ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan memosisikan diri sebagai pemimpin di industri masing-masing.
Perjalanan menuju masa depan yang didukung AI memerlukan komitmen terhadap keselarasan strategis, inovasi yang bertanggung jawab, dan fokus pada pembangunan kultur yang adaptif terhadap perubahan.
Kolaborasi strategis dengan mitra teknologi utama, seperti Cisco, Google Cloud, HPE Aruba, Palo Alto Networks, Microsoft, dan AWS, membantu NTT DATA memberikan solusi komprehensif yang mendorong inovasi klien, meningkatkan keamanan, dan memaksimalkan potensi AI.
Dengan memanfaatkan investasi tahunan sebesar USD 3,6 miliar dalam penelitian dan pengembangan untuk inovasi digital, NTT DATA menggunakan berbagai alat AI internal untuk menciptakan kerangka transformasi bagi klien, mengoptimalkan proposisi nilai, model bisnis, dan model pengantaran jasa.
Perusahaan-perusahaan Indonesia yang tidak memprioritaskan integrasi AI secara strategis sekarang berisiko tertinggal dalam lanskap digital yang berkembang pesat.
Oleh karena itu, adopsi AI yang bertanggung jawab dan terintegrasi dengan baik menjadi kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif dan keberlanjutan bisnis di masa depan.

