Close Menu
aiera.idaiera.id
  • Beranda
  • Berita
  • Politik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Lifestyle

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Buku: Inspirasi 72 Games

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, Terasa hingga Purwakarta

Soal Status Kampung Sidrap, Agusriansyah Tekankan Netralitas Pemprov Kaltim

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
aiera.idaiera.id
Subscribe Now
aiera.idaiera.id
You are at:Home » Penggunaan AI di Indonesia Melonjak, Pekerja Semakin Terbantu
Teckno

Penggunaan AI di Indonesia Melonjak, Pekerja Semakin Terbantu

Pemanfaatan kecerdasan buatan di dunia kerja meningkat pesat, dengan Indonesia mencatat angka lebih tinggi dibanding global.
Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah15 Maret 2025012 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
AI
Ilustrasi Artificial Intelegensi (AI) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus tumbuh pesat, melampaui angka global.

Menurut data terbaru, penggunaan AI dalam pekerjaan meningkat 87% di Indonesia sepanjang 2024, lebih tinggi dibanding rata-rata global yang hanya 66%.

Bisnis Personal System Category Head HP Indonesia, Frans Adhiraja, menyebut masyarakat Indonesia sangat adaptif terhadap teknologi.

Menurutnya, AI semakin banyak digunakan untuk membantu pekerjaan, seperti menyusun draft surat dan tugas administratif lainnya.

“Orang Indonesia bukan termasuk gagap teknologi. Justru mereka sangat canggih dalam menerapkan AI untuk mendukung pekerjaan sehari-hari,” ujar Frans dalam perbincangan di kanal YouTube Bisniscom.

Selain pemanfaatan AI, survei terbaru dari HP dalam World Relationship Index (WRI) menunjukkan bahwa banyak pekerja secara global masih merasa belum nyaman dengan pekerjaan mereka.

Survei yang dilakukan di 12 negara dengan 15.600 responden ini mengungkap bahwa 28% pekerja merasa hubungan mereka dengan pekerjaan masih belum seimbang.

Namun, kondisi di Indonesia sedikit berbeda. Frans mengungkap bahwa 44% pekerja Indonesia merasa lebih nyaman dengan pekerjaan mereka dibanding rata-rata global. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kenyamanan kerja adalah kepemimpinan perusahaan.

“Responden berharap memiliki pemimpin dengan keterampilan interpersonal yang baik, terutama dalam hal empati. Dengan begitu, mereka bisa merasa lebih terhubung dengan pekerjaan dan atasannya,” tambahnya.

Peningkatan adopsi AI di Indonesia menunjukkan pekerja semakin siap menghadapi transformasi digital. Meski demikian, tantangan masih ada, terutama dalam membangun ekosistem kerja yang lebih seimbang antara teknologi dan faktor manusia.

AI di Indonesia Teknologi Transformasi Digital
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKemendikdasmen Rilis Naskah Akademik Coding dan AI di Sekolah
Next Article Manfaat Air Kelapa untuk Berbuka Puasa, Cegah Dehidrasi

Related Posts

Google Tambahkan Fitur AI Baru di Gmail untuk Pencarian Cerdas

23 Maret 2025

AI dan Ilusi Kecerdasan Palsu

22 Maret 2025

AI dan Masa Depan Dunia Kerja: Ancaman atau Peluang?

16 Maret 2025
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Agusriansyah: Pendidikan Berkualitas Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

8 Januari 2025156 Views

Subandi: 357 Samarinda Bukti Ketangguhan Masyarakat

22 Januari 202519 Views

Fraksi PKS DPRD Kaltim Bagikan THR dan Parcel Lebaran

28 Maret 202516 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
© 2026 | AIera.id by Dexpert, Inc.
PT Arti Intel Era
  • About Us
  • Katalog
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.