Meta semakin serius mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) ke dalam WhatsApp.
Langkah terbaru yang diambil perusahaan adalah menguji widget baru yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan Meta AI dari layar beranda. Ini menandakan pergeseran WhatsApp dari sekadar aplikasi perpesanan menjadi platform dengan fitur AI yang lebih canggih.
Pengujian fitur ini pertama kali terungkap pada Januari 2025, ketika pengguna WhatsApp beta di Android menemukan widget yang memungkinkan akses cepat ke Meta AI.
Versi terbaru aplikasi kini memperkenalkan tiga pintasan utama dalam widget tersebut: membuka obrolan dengan Meta AI, berbagi foto dengan cepat, dan menggunakan perintah suara tanpa menyentuh perangkat. Pengguna juga dapat menyesuaikan ukuran widget agar sesuai dengan tampilan layar mereka.
Namun, tidak semua pengguna dapat menikmati fitur ini. Meta masih membatasi aksesnya untuk penguji beta, dan ketersediaan Meta AI di WhatsApp juga belum merata di semua negara. Hal ini menunjukkan bahwa Meta masih dalam tahap uji coba sebelum merilis fitur secara luas.
WhatsApp sebelumnya telah menerapkan berbagai fitur berbasis AI, termasuk pembuatan stiker otomatis serta alat bantu komunikasi dengan bisnis.
Dengan API yang mendukung AI, perusahaan dapat menciptakan pengalaman percakapan yang lebih interaktif dan efisien bagi pelanggan. Penggunaan AI ini sejalan dengan tren global yang semakin memanfaatkan kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kehidupan digital.
Namun, integrasi AI di WhatsApp juga memunculkan berbagai reaksi. Beberapa pengguna menyambut baik fitur ini karena kemudahan yang ditawarkan, sementara yang lain menganggapnya sebagai gangguan yang tidak perlu.
Jika fitur AI ini tidak banyak digunakan, ada kemungkinan Meta akan mengurangi atau bahkan menghapusnya di masa depan, seperti yang terjadi pada proyek Metaverse yang kurang diminati.
Dari segi privasi, Meta menegaskan percakapan dengan AI tidak akan mempengaruhi enkripsi end-to-end yang diterapkan di WhatsApp. Data pribadi pengguna tidak akan ditautkan ke akun Meta lainnya seperti Facebook atau Instagram. Ini menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan pengguna, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan data.
Dengan inovasi ini, WhatsApp semakin bertransformasi menjadi platform yang lebih dari sekadar alat komunikasi.
Ke depan, kemungkinan besar Meta akan terus memperluas integrasi AI, menjadikan WhatsApp sebagai asisten digital yang dapat membantu berbagai kebutuhan pengguna, baik untuk komunikasi pribadi maupun interaksi bisnis.

