Akmal Malik mengaku telah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Dewan Nasional KEK di Jakarta beberapa waktu lalu untuk membahas perkembangan dan kendala KEK Maloy.
“Alhamdulillah kementerian memahami kesulitan kita. Pemerintah daerah dan Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) yang memegang komitmen persyaratan-persyaratan untuk segera mengoperasikan kembali KEK Maloy,” terangnya.
Tantangan Progres dan Minat Investor Harus Diatasi
Akmal Malik mengapresiasi dukungan dari Kemenko Perekonomian yang terus mendorong pengembangan KEK Maloy yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 1 April 2019. Dengan luas 557 hektare mengarahkan fokusnya kepada pengembangan kawasan industri pengolahan kelapa sawit, energi dan logistik.
Ia mengakui salah satu persoalan yang dihadapi adalah perizinan yang belum berjalan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Perhubungan.
“Karena itu, kementerian akan melakukan evaluasi pada April 2024. Kemudian berlanjut pada Juni tahun ini. Pemerintah daerah dan BUMD harus segera menindaklanjuti progres dan capaian KEK. Khususnya minat investor yang akan masuk,” katanya.
Investor Kunci Utama Kesuksesan KEK Maloy
Menurut Akmal investor merupakan kunci utama untuk meningkatkan nilai dan peluang KEK. Ia mencontohkan skor kinerja KEK akan ternilai berdasarkan progres yang sudah dilakukan pengelola dalam mendatangkan investor.
“Kita harus progresif. Segala upaya untuk menarik minat siapa saja investor yang akan datang,” tuturnya.
Selain itu, ia juga meminta para pihak segera berkomunikasi agar mampu mendatangkan investor. Sehingga progres investasi naik dan infrastruktur otomatis berkembang dengan baik.
Pemprov Kaltim Dorong Keberlanjutan KEK Maloy
Pemprov Kaltim berupaya agar operasi KEK Maloy tidak dicabut, dengan mendatangkan investor sebanyak-banyaknya. Ini menjadi tanggung jawab semua dan peran pihak terkait. Baik Pemerintah Provinsi Kaltim, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, terutama BUMD MBS selaku pengelola KEK.
Akmal juga menyampaikan beberapa sarana yang telah ditinjau awal Februari 2024 lalu olehnya juga telah rampung. Seperti pengolahan air bersih yang telah beroperasi di kawasan KEK, garapan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang-Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim.
Sebanyak Rp20 miliar anggaran untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Maloy tersebut, guna menunjang fasilitas kawasan KEK Maloy.
Dinas PUPR-Pera Kaltim Mendukung Investor
Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan, pihaknya juga membantu dalam pembukaan lahan tenan yang akan dipergunakan para investor.
Untuk itu, selama belum masuknya investor, Dinas PUPR-Pera Kaltim menunggu. Sembari mengerjakan beberapa infrastruktur penunjangnya.
“Apalagi untuk maksimalkan kawasan, kami terus bekerja untuk pemantapan infrastrukturnya. Termasuk pembukaan lahan (kawasan tenan investor),” ucapnya.

