Tak hanya landasan pacu, pembangunan infrastruktur pendukung lainnya juga menunjukkan perkembangan signifikan. Akses jalan utama ke bandara sudah mencapai 98,53 persen, sementara pembangunan jalan perimeter barat dan timur masing-masing berada di angka 66,96 persen dan 50,44 persen.
Fasilitas Pendukung Mulai Terwujud
Fasilitas penting lainnya seperti menara pemandu lalu lintas udara (ATC) telah mencapai 53,71 persen, sedangkan gedung administrasi dan operasional bandara sudah 61,03 persen. Gedung pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK) juga tidak ketinggalan dengan progres mencapai 68,71 persen.
“Pembangunan fasilitas keselamatan seperti PKP-PK sangat penting untuk menjamin keamanan penerbangan. Kami pastikan semua sesuai standar internasional,” tegas Budi Karya.
Terminal VIP dan VVIP juga menunjukkan perkembangan yang pesat, dengan progres masing-masing 80 persen dan 90 persen. Keberadaan fasilitas ini akan memberikan pelayanan eksklusif bagi tamu-tamu penting yang menggunakan Bandara Nusantara.
Bandara Nusantara Siap Saingi Bandara Internasional SAMS Sepinggan
Menhub Budi Karya menambahkan bahwa setelah rampung, Bandara Nusantara akan menyusul status Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan di Balikpapan sebagai bandara internasional. Meski bersifat komersial, Bandara Nusantara akan lebih fokus pada penerbangan jarak jauh.
“Bandara Nusantara akan difokuskan untuk penerbangan long distance. Berbeda dengan Bandara SAMS Sepinggan yang lebih untuk penerbangan regional,” ujar Budi.
Dengan jarak kurang dari 60 kilometer antara kedua bandara, Kaltim dalam waktu dekat akan memiliki dua bandara internasional.
Budi Karya menegaskan bahwa keberadaan dua bandara ini tidak akan menjadi masalah. Bahkan bisa saling melengkapi, seperti yang terjadi di kota besar dunia seperti London yang memiliki lima bandara dalam jarak berdekatan.
“Contoh di London, Inggris, ada lima bandara dan semuanya bisa berfungsi dengan baik meskipun jaraknya berdekatan. Hal ini juga akan kami terapkan di Kalimantan Timur,” tutup Budi Karya.
Dengan target rampung pada akhir 2024, Bandara Nusantara siap menjadi ikon baru transportasi di Kalimantan Timur, mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia.

