Penajam Paser Utara – Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (Dinkes PPU) Kalimantan Timur giatkan pencegahan lonjakan penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan fokus pada pemberantasan sarang nyamuk.
“Kami gandeng lintas sektoral melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Warga ditekankan agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Jensje Grace Makisurat, Jumat (26/1/2024).
Selain penyuluhan pencegahan DBD, Dinkes PPU tingkatkan penggunaan insektisida dan mendistribusikan Abate untuk menghentikan perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue.
Dinkes mencatat sebanyak 109 kasus DBD di wilayah kabupaten sejak awal tahun.
Menurutnya, kasus DBD tersebar di wilayah Kecamatan Penajam (28), Kecamatan Waru (12), Kecamatan Babulu (51), dan Kecamatan Sepaku (18).
“Hingga saat ini tidak ada kasus DBD yang sampai menyebabkan kematian di wilayah PPU,” ucapnya.
Selanjutnya, upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan pendekatan 3M Plus sebagai cara yang efektif untuk mencegah penularan DBD.
3M yaitu menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air. Serta memanfaatkan kembali dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk.
Selebihnya berupa upaya pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk.
Kemudian memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, serta menanam tanaman pengusir nyamuk.

