Air kelapa sering menjadi minuman favorit saat berbuka puasa karena kesegarannya yang alami. Selain melegakan dahaga, juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, terutama dalam mencegah dehidrasi setelah berpuasa selama hampir 14 jam.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno SpPD-KGEH, risiko dehidrasi meningkat selama puasa akibat kurangnya asupan cairan dan aktivitas yang menyebabkan banyak keringat. Hal ini dapat membuat tubuh lemas, mudah lelah, dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.
“Pada waktu orang berpuasa, kadang-kadang dengan aktivitas yang cukup tinggi, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Salah satu cara terbaik untuk menggantinya adalah dengan mengonsumsi air kelapa,” ujar dr Aru.
Keunggulan air kelapa dibandingkan minuman lainnya adalah kandungan elektrolitnya yang tinggi. Elektrolit ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung fungsi otot serta saraf.
Dalam satu gelas air kelapa (sekitar 240 mililiter), terkandung nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, kalsium, magnesium, fosfor, dan potasium. Juga lebih sehat dibandingkan minuman berbuka lainnya yang tinggi gula. Selain itu, minuman ini membantu proses rehidrasi lebih cepat dibandingkan air biasa karena kandungan mineralnya yang menyerupai cairan tubuh manusia.
Meskipun demikian, dr Aru mengingatkan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
“Semua jenis cairan boleh dikonsumsi saat berbuka, tetapi yang penting tetap memperhatikan keseimbangan asupan agar tubuh tidak kelebihan cairan atau elektrolit tertentu,” jelasnya.
Dengan kandungan yang kaya manfaat, air kelapa bisa menjadi pilihan ideal untuk berbuka puasa. Namun, penting juga untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi lainnya agar tubuh tetap sehat dan bertenaga selama Ramadan.

