Penajam Paser Utara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengonfirmasi bahwa investasi di Kota Nusantara, ibu kota negara masa depan Indonesia yang sedang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tidak terdampak proses Pemilu 2024.
“Investasi di Kota Nusantara tidak terdampak dengan adanya Pemilu 2024,” ujar Bambang Susantono Kepala OIKN di Penajam, Kamis (22/2/2024).
Menurutnya, OIKN menunggu proses transisi yang baik antara pemerintahan Joko Widodo dengan pemerintahan berikutnya hasil Pemilu 2024.
OIKN telah menjalin beberapa kolaborasi internasional. Di antaranya kerja sama dengan sejumlah universitas ternama di dunia untuk mengawal pembangunan Kota Nusantara.
“Sudah ada nota kesepahaman dengan Stanford University. Dua bulan ke depan akan ada peletakan batu pertama untuk membangun satu pusat ekosistem digital,” jelasnya
Kemudian, dalam beberapa pekan ke depan akan melakukan peletakan batu pertama. Tanda mulainya pembangunan fisik baru di Kota Nusantara tahap lima, terutama sektor perbankan.
“Sektor yang paling banyak peminat adalah sektor hunian, teknologi dan energi,” ucapnya.
Ada sekitar delapan perusahaan yang sudah memberikan dokumen komitmen awal untuk kerja sama (letter of intent/LoI). Sektor hunian sudah menyelesaikan studi kelayakan dan kini dalam proses evaluasi.
Perusahaan itu di antaranya dari China dan Malaysia. Dengan investasi lebih kurang Rp45 triliun dari nilai pengeluaran modal atau belanja modal (capex).
“Investasi sektor teknologi untuk membuat ibu kota negara baru Indonesia menjadi kota pintar (smart city), yang berminat antara lain dari Korea, Amerika Serikat, Prancis dan Tiongkok,” ucapnya.
“Negara dari Timur Tengah seperti Ini Emirat Arab dan Saudi Arabia juga sudah menyampaikan minat untuk investasi sektor energi,” tutupnya.

