Close Menu
aiera.idaiera.id
  • Beranda
  • Berita
  • Politik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Lifestyle

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Buku: Inspirasi 72 Games

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, Terasa hingga Purwakarta

Soal Status Kampung Sidrap, Agusriansyah Tekankan Netralitas Pemprov Kaltim

Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
aiera.idaiera.id
Subscribe Now
aiera.idaiera.id
You are at:Home » Peran AI dalam Mengungkap Kebenaran Ilmiah Al-Qur’an
Islami

Peran AI dalam Mengungkap Kebenaran Ilmiah Al-Qur’an

Kecerdasan buatan membantu mengungkap kebenaran ilmiah dalam Al-Qur'an, memperkuat posisinya sebagai pedoman ilmu pengetahuan.
Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah22 Maret 2025012 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Peran AI
Menteri Agama Nasaruddin Umar (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin menyingkap kebenaran ilmiah dalam Al-Qur’an.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Al-Quran tidak hanya menjadi pedoman spiritual bagi umat Islam, tetapi juga sumber ilmu yang terus relevan di era modern.

“Al-Quran tidak hanya memberi kepuasan bagi umat di masa Nabi. Saat ini, Al-Quran juga memberi kepuasan intelektual bagi masyarakat di era AI,” ujar Nasaruddin Umar dalam keterangannya pada Selasa (18/3/2025).

Salah satu bukti yang memperkuat klaim ini adalah penelitian William Brown, yang menemukan bahwa dedaunan yang mengeluarkan getaran menghasilkan pola bertuliskan “Allah” saat direkam menggunakan teknologi AI. Temuan ini dianggap sebagai bukti bahwa seluruh alam semesta bertasbih kepada Allah, sebagaimana tertuang dalam ayat-ayat Al-Quran.

“Temuan ini semakin menguatkan keyakinan bahwa seluruh alam semesta bertasbih kepada Allah sebagaimana tertuang dalam Al-Quran,” kata Nasaruddin Umar.

Selain itu, Menag menyoroti pentingnya konsep ekoteologi dalam Islam yang menempatkan manusia dan alam sebagai saudara kembar dalam penciptaan. Ia menekankan bahwa segala sesuatu di alam ini memiliki kesadaran tersendiri dan terus memuji kebesaran Allah.

“Tidak ada benda mati di dunia ini. Semuanya bertasbih kepada-Nya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menekankan bahwa ajaran Islam berakar pada cinta dan kasih sayang, sebagaimana tercermin dalam Asmaul Husna yang menggambarkan sifat Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Ia menilai Islam seharusnya diperkenalkan dengan pendekatan yang lembut dan penuh kasih.

“Jika seluruh ayat Al-Quran diringkas menjadi satu kata, maka kata tersebut adalah cinta. Karena itu, Islam seharusnya diperkenalkan dengan kelembutan dan penuh kasih sayang,” tegasnya.

Dengan perkembangan teknologi AI, semakin banyak penelitian yang mendukung kebenaran ilmiah dalam Al-Qur’an.

Hal ini diharapkan dapat memperkuat keyakinan umat Islam sekaligus membuka jalan bagi pemahaman yang lebih luas tentang hubungan antara ilmu pengetahuan dan ajaran agama.


Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGibran Ajak Pelajar Manfaatkan AI untuk Hal Positif
Next Article AI dan Ilusi Kecerdasan Palsu

Related Posts

Keutamaan Sabar dalam Menghadapi Ujian Hidup

8 November 2024
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Agusriansyah: Pendidikan Berkualitas Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

8 Januari 2025156 Views

Subandi: 357 Samarinda Bukti Ketangguhan Masyarakat

22 Januari 202519 Views

Fraksi PKS DPRD Kaltim Bagikan THR dan Parcel Lebaran

28 Maret 202516 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
© 2026 | AIera.id by Dexpert, Inc.
PT Arti Intel Era
  • About Us
  • Katalog
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.