Akmal Malik menyebutkan bahwa Embarkasi Haji Kaltim setiap tahun memberangkatkan sekitar 6.000 calon haji. Ia melihat hal ini sebagai peluang usaha yang potensial bagi pelaku UKM.
“Ini peluang usaha yang bagus, nanti para calon jamaah haji ini sebagian kita beri produk UKM abon ikan haruan karena tahan lama,” kata Akmal yang juga menjabat sebagai Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri.
Ia berharap terobosan-terobosan seperti ini dapat memancing jamaah dari daerah lain untuk mengenal dan membeli produk khas Kaltim dari pelaku UKM.
“Nanti kita cari produk yang khas Kaltim lainnya,” tambahnya.
Selama ini, Akmal Malik selalu memberi perhatian dan dukungan pada UKM, salah satunya dengan menyediakan kudapan dan camilan dari produk UKM kepada semua tamu yang datang ke rumah jabatannya.
“Bapak ibu bisa lihat di atas meja, keripik pisang, stik bawang dan lainnya, semua itu produk UKM Kaltim,” jelasnya.
Menurut Akmal, pelaku UKM harus jeli dalam menangkap peluang pasar. Ia mencontohkan bahwa pisang kepok yang dijual langsung di pasar seharga Rp15 ribu-Rp20 ribu, bisa memiliki nilai lebih jika diolah menjadi keripik dengan kemasan menarik.
“Keripik pisang ini harganya Rp30 ribu, dikemas bagus dan rasanya juga enak,” ujar Akmal sembari menunjukkan keripik pisang produk UKM Samarinda.
Ketua Dewan UKM Kaltim Andi Fathul Khair menyampaikan bahwa kunjungan mereka adalah untuk silaturahmi dengan Pj Gubernur Kaltim sekaligus mengenalkan jajaran Dewan UKM periode 2024-2028 yang baru terbentuk pada Januari lalu.
“Kita juga memohon arahan terkait rencana kerja dan pembentukan Dewan UKM di 10 kabupaten/kota,” kata Andi.
Program ini diharapkan dapat mendorong pelaku UKM untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk-produk lokal yang memiliki daya saing tinggi di pasar.

