Balikpapan – Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan untuk memastikan kelancaran proyek-proyek listrik di wilayah tersebut.
Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1, Eko Janu Irianto, menyatakan bahwa kehadiran Kejari Balikpapan sebagai pendamping hukum akan memberikan pertimbangan yang diperlukan.
Terutama dalam hal pengadaan lahan untuk tapak menara listrik atau juga ROW (right of ways) kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Dari satu menara ke menara lainnya dalam sistem transmisi listrik jarak jauh.
Maka sama seperti lahan untuk menara listrik, kerap kali lahan untuk ROW pun harus dibebaskan demi keamanan.
Keabsahan Lahan Menjadi Prioritas
Menurutnya, untuk membebaskan lahan, PLN perlu memastikan status lahan atau keabsahan kepemilikan lahan. Sehingga semuanya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Maka di sini kami bisa memberi pertimbangan hukum,” kata Kepala Kejari Balikpapan Slamet Riyanto.
Apalagi saat ini PLN tengah mengerjakan proyek strategis nasional. Yaitu membangun infrastruktur kelistrikan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang sebagian ada di wilayah Balikpapan.
Selanjutnya, Eko memaparkan, PLN saat ini sedang membangun gardu induk (GI) 150 kV dari PLTU Kariangau di Balikpapan ke Gas Insulated Switchgear (GIS) 4 di IKN. GIS adalah gardu induk dengan menggunakan teknologi isolasi gas.
PLN juga membangun jaringan transmisi SUTT antara GI di Kariangau ke GIS 4 di IKN sepanjang 72 km.
Kejari Dukung PLN SiapkaN lListrik di IKN
Menurut Eko IKN dirancang sebagai kota artistik. Maka tidak bolehk ada kabel-kabel bersliweran dengan tiang-tiang listrik seperti di kota-kota Indonesia umumnya.
“Di IKN, PLN menaruh kabel listrik di dalam saluran berupa box beton di bawah tanah. SUTT pun menjadi Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT),” ucapnya.
Jadi, listrik dari PLTU Kariangau naik tegangannya di GI, dikirim ke IKN melalui SUTT. Namun begitu dekat IKN, SUTT masuk ke dalam tanah dan menjadi SKTT hingga sampai GIS 4. baru turun lagi tegangannya untuk rumah, kantor, mal, dan berbagai fasilitas di IKN.
“Kami tentu mendukung PLN dalam mempersiapkan infrastruktur ketenagalistrikan bagi IKN. Apalagi ini proyek strategis nasional,” ujar Slamet.
Slamet meyakini dengan sinergi dan koordinasi masalah-masalah yang ada akan bisa teratasi dengan baik.
Target Listrik di IKN Selesai Maret 2024
PLN menargetkan pembangunan sistem kelistrikan ini selesai pada Mei tahun 2024. Beriringan dengan target selesai Istana Negara, kantor presiden, dan sejumlah kantor kementerian serta markas TNI-Polri.
Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2024 di halaman Istana Negara akan menandai perpindahan resmi ibukota negara.
“Terima kasih atas dukungan Kejari Balikpapan. Kami optimis dengan kerjasama dan komunikasi yang terjalin ini, penyelesaian pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan bagi IKN Nusantara akan dapat terselenggara dengan baik,” kata Eko.

